Perawat ke Jepang 

Kerja jadi perawat dijepang, gimana ya…??

Mudah mudahan cerita ini bermanfaat, ingin cerita walau ngga tahu  kemana arah tulisan ini…

tinggal dijepang,  enak ga sih..? soal enak ga enak…relatif…masing masing pribadi mempunyai penilaian berbeda..cara pandang berbeda.

Terkait kehidupan dijepang, kebetulan saya  tinggal di tokyo, enak dan enjoy banget, menikmati banget kota ini, segalanya praktis, mudah, teknologi luar biasa, transportasi enak, orang orangnya baik, lingkungan nyaman, masjid mudah dijangkau, orang/komunitas indonesia juga banyak, makanan indonesia juga mudah didapat, warung indonesia pun ada…artinya utk kehidupan sehari hari ngga ada masalah….hanya biaya hidup yang tinggi..barang barang mahal..soal ibadah..di RS alhamdulillah lancar tidak ada kendala…rutinitas ibadah juga mudah dilakukan, komunitas ibadah juga aksesnya mudah, bagi perempuan yang menggunakan jilbab juga lancar,..disini para jilbaber,  jilbabnya berkibar kibar..

Hidup di Negara dengan empat musim itu unik dan mengasyikan, pemandangan tidak membosankan, tidak monoton…entah itu pemandangan lingkungan, pepohonan, pertokoan, berita tv,..dan tentunya pakaian kaum hawa yang selalu berganti ganti kostum sesuai musim..sungguh unik..

Bagi kaum laki laki..jepang seolah olah menjadi ajang cuci mata…astagfirulloh…

Terkait pendapatan perawat /kangoshi yang berasal dari Indonesia,  Sebelum lulus kangoshi kami memperoleh gaji 160.000 Yen, setelah lulus Ujian Negara kangoshi naik menjadi 380.000 Yen…

Bulan februari 2009, kami sudah coba mengikuti ujian (walau tahu itu mustahil lulus).hasilnya,  semuanya belum bisa lulus,…berat  untuk lulus,…secara isi soal jika diartikan kedalam bahasa Indonesia atau  bahasa inggris..kami bisa..kami yakin tidak ada masalah karna mudah soalnya..tapi karna menggunakan huruf kanji..itu yang susah…..jepang mempunyai  3 huruf (hiragana, katakana dan kanji)..untuk huruf hiragana dan katakana, hanya 2 bulan kami sudah mampu menguasai. tapi untuk kanji..benar benar susah…sulit untuk ditaklukan..
dari gaji 160.000/bulan itu..saya ingin menguraikan :

  1. Gaji itu tidak semuanya kita peroleh, karena dinegara jepang.ada peraturan peraturan yang kita harus ikuti, yakni :
    Potongan asuransi kesehatan dan pajak besar nya sekita 10 Ribu  Yen.
  2. Asuransi pensiun = 12 Ribu Yen (yang ini seperti menabung, akan dikembalikan penuh kalau kita pulang keindonesia).
  3. Potongan apartemen = 30 Ribu Yen (setiap RS berbeda beda, kebetulan kami berdua dapat apartemen yang mahal, tapi mulai bulan oktober 200,hanya dipotong cuma 20 Ribu Yen)…harga asli apartemennya 70 Ribu, akan tetapi karna dapat subsidi  dari RS, jd kita kami hanya bayar setengahnya..jadi total potongan = sekitar 50 ribu Yen..
    sehingga kami per bulan menerima gaji 110 ribu yen….
    dari 110 Ribu Yen ini….saya gunakan untuk biaya hidup :
    1. Biaya Makan (masak sendiri) = 10 ribu Yen.
    2. Listrik, air, telefon, gas, internet dan pulsa handpone =20 Ribu Yen..jadi kami perbulan mempunyai sisa uang 80 Ribu Yen….(boleh dibilang 90-100 ribu Yen, karena ada tabungan 12 Ribu Yen (diatas/uang pensiun))…
    begitulah rata rata pendapatan jika seorang calon perawat/kangoshi belum lulus ujian perawat/kangoshi di Jepang,yakni sekitar 100 ribu Yen/bulan. Jika di rupiahkan dalam nilai 100 Yen/rupiah,.maka sekitar 10 Juta Rupiah / Bulan..Akan tetapi selain hal tersebut diatas, kami juga dapat bonus…setelah kami kerja setahun..akan dapat bonus 4 bulan gaji (60 juta) ini sudah ada dikontrak..dan sudah pasti dapat..
    sebetulnya masih ada harapan dari lembur, tapi karena kita belum menguasai kanji dengan baik,..harapan lembur paling setelah kerja satu tahun…

Tentunya tiap Rumah sakit berbeda- beda gajinya…uraian diatas itu uraian gaji kami di salah satu RS di Tokyo…ada juga teman yang gajinya lebih diatas saya,.bisa sisa sampai 15 juta/bulan..ada juga yg gajinya lebih kecil perbulan hanya sisa 7 juta…tapi jika dirata rata….sekitar 90 % teman teman yang mengikuti program IJEPA/EPA..rata rata gajinya 10 juta/bulan… yah..soal gaji…saya sudah uraikan dengan gamblang dan jelas ( soal besar dan kecil dikembalikan kemasing masing individu),…bisa besar asal bisa lulus kangoshi…tapi itu berat sekali..kalau menurut  saya….penyebabnya satu ! KANJI !.

Jika bertanya soal kerjaan : kami diruang penyakit dalam,..akan tapi kerjaan belum boleh/bisa melakukan tindakan medis karena belum lulus kangoshi…kerjaan saya  hanya sebatas kebutuhan Dasar, asisten2 tindakan, / seperti halnya  mahasiswa praktik di Rumah sakit di Indonesia,..
Keadaan RS, secara tekhnologi hampir sama saja dengan indonesia…hanya dari  RS dijepang yang menonjol adalah diruangan  semua perawat dan dokter semuanya menggunakan laptop, ada sekitar 15 laptop diruangan, semua dokumentasi dan pencatatan menggunakan  laptop..pekerjaan perawat jelas dan sistematis,.antara perawat dan dokter komunikasi via laptop..

Di Ruangan,.seluruh tenaga medis ada, Dokter (5 orang, setiap hari hadir dari pagi hingga malam), perawat, ahli gizi, rehabilitasi, apoteker, nurse eido, Ahli Rontgen, dan sosial walker..semuanya saling bekerjasama dengan rapih dan sistematis..sistem ini yang luar biasa, yang belum pernah saya alami sebelumnya..dan memberikan pelayanan yang luar biasa kepada pasien!

di RS,…kami (berdua) kerja mulai jam 8.30 sampe jam 3 sore…jam 3 sore sampai jam 5 sore adalah waktu belajar …jadi kerja setiap hari jam 8.30 sampai jam 5 sore (8jam)…
setiap hari selasa saya dikuliahkan anatomi fisiologi, pengkesmasnya jepang diakademi keperawatan milik Rumah sakit..
kuncinya memang satu : lulus kangoshi!.jika sudah lulus. Kami akan melakukan kerjaan sebagai perawat seperti halnya diindonesia lalu bisa kerja selamanya dijepang/paling tidak dalam waktu yang lama, ambil ilmu lalu diamalkan di indonesia, dapat sambil kuliah S2, atau pelatihan pelatihan lain…hanya sayang untuk menguasai kanji susahnya minta ampuunnn…

yah , secara umum…kalo saya pribadi tidak ada masalah..bisa menerima dengan keadaan sekarang disini…tapi banyak juga teman teman yang kecewa..karena bayangan mereka sewaktu diindonesia gaji 15 juta itu full…tapi ternyata sampai disini  tidak sesuai yang mereka bayangkan..ditambah lagi…kerjaan yg belum kerjaan perawat secara penuh…..masih kerjaan yg ”kotor”….menolong BAB , BAK, cuci rambut, ganti pampers lansia. karena 90 % pasien disini adalah lansia…..

Jika alasan karir dan kemampuan…sebelum kita lulus ujian kangoshi/perawat…karir dan kemampuan kita disini kurang terasah/kurang berkembang..(paling pengalaman yg kita punya) secara kompetensi/psikomotor tidak terlalu terasah….jika terkait dengan ini sepertinya lebih baik kaigofushisi..karena kaigofushisi jelas, mereka disini sudah sebuah profesi..jika para calon kangoshi yg belum jadi kangoshi..profesinya tidak jelas…karena walaupun perawat di bilang kangoshi juga bukan….terkait dengan hal ini ..Jika seseorang..karir diindonesia sudah mapan…saya khawatir menyesal datang kejepang..karena disini kita akan mulai dari NOL..kita harus buang jauh jauh “baju kebesaran” yang sudah kita kenakan diindonesia.. diruangan seperti anak akper yang baru pertama kali masuk RS..karna semuanya serba baru..serba diajari…ada salah persepsi, salah komunikasi dll…ada kalanya kita seperti orang bodoh karena masalah bahasa..dari segi kemampuan kita mungkin kita OK,..tapi itu seakan hilang karna kanji dan bahasa yg belum mumpuni.

(6 bulan belajar bahasa jepang di jepang belum cukup untuk terjun di RS), bagaimana jika belajarnya di indonesia? yg kulturnya berbeda..(karna saya dengar untuk angkatan II akan belajar di Indonesia) saya ragu dan khawatir …

Nah, yang terakhir jika alasan untuk sekedar 3 tahun disini sebagai sarana cari pengalaman, refreshing, coba cari suasana baru…seperti yang sudah saya utarakan diawal..dijepang adalah tempat yang baik untuk tinggal…aman, nyaman dan indah…

Terutama bagi para bujangan bujangan memang enak tinggal disini..artinya..beban para bujangan tidak begitu besar karena tidak meninggalkan anak istri…anggap ajah disini istirahat setelah kerja capek diindonesia..
atau bagi para perawat yang baru lulus dari kuliah (mis; ikut kaigosfushisi) mungkin disini akan menikmati sekali.

begitulah keadaan disini…jika ada yang ingin bertanya…kirim saja ke email saya :

mohamadyusup37@yahoo.co.id    atau rinduazmy@gmail.com.

Jadi… Perlukah Perawat Indonesia bekerja di jepang ??

10 pemikiran pada “Perawat ke Jepang 

  1. aslm ini mas yusuf dari akper darma bakti ya, gimana kbrnya, denger-denger sekarang masih dijepang ya, ketemu gak ama mas saiful ,bls.

  2. ass…sy ingin bertanya apakah saat ini anda msih bkerja dsana?thun brpa anda mlai bkerja dsana….sy mmpunyai keinginan utk krja dsana…bgm dgn kaigofushisi yang bkerja dsana..

  3. dozo arigato atas infonya,

    saya sangat ingin sekali menjadi perawat di jepang,

    jika membaca tulisan anda tersebut, semakian menguatkan keinginan saya untuk ke jepang,
    mumpung saya masih muda,

    o ya, apakah freshgraduated dapat bekerja disana?
    saya belum lulus, tapi insya allah tahun 2010 saya lulus,

    saya akan mencoba ke jepang,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s